Agar Futur Segera Luntur!

Kucing sedang Futur
blog.rahmatullah.id

Allah menciptakan manusia dengan beragam keistimewaan, meski begitu manusia adalah makhluk yang lemah, salah satu bentuk kelemahan dari manusia adalah sulitnya mereka untuk mengendalikan hati. Karenanya hati manusia mudah berubah dan berbolak balik. Futur merupakan bagian dari perubahan tersebut. Dr. Nashir al-Umar dalam bukunya Al Futur Maddzohir Asbab Ilaj mendefenisikan futur adalah rasa malas, menunda, lambat setelah bersemangat, dan tidak bergairah dalam kebaikan.

Futur bisa menyerang siapa saja, dan kita patut mewaspadainya. Pasalnya, saat futur menyerang bukan semangat kebaikan aja yang turun, tapi dorongan berbuat maksiat juga meningkat sehingga berdampak melemahnya iman.

Panik enggak, panik enggak, ya paniklah! Baterai handphone lemah aja sibuk nyari charger, apalagi iman yang lemah woo.. harus segera di chargerlah!

Jadi, apanih yang harus dilakukan saat futur melanda?

Izinkan kami berbagi, langsung aja di bawah ini:

  • Perbanyak istigfar, karena salah satu penyebab terbesar futur adalah dosa.
  • Hanya karena malas bukan berarti meninggalkannya.

    Untuk perkara wajib, paksakan! Sedang untuk perkara sunah jangan ditinggal meski tidak dikerjakan sebanyak biasanya.

    Ringkasnya, dalam setiap situasi usahakan tetap berada dalam koridor sunah meski bisa jadi ada perubahan intensitas dalam melakukan kebaikan. Rasulullah bersabda yang artimya, “siapa yang semangatnya dalam koridor sunahku, ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari sunahku, dialah binasa.”
    (Riwayat Ahmad).

  • Bacalah kisah-kisah para salafussaleh terdahulu.
  • Jangan sendiri! Carilah teman-teman yang membuat semangatmu kembali.
  • Ingatlah kematian. Kematian adalah nasehat terbaik. Kematian akan menjadi pemutus segala angan. Jika mengingat mati tidak juga membuat futur pergi, lalu apa lagi?

Semoga beberapa tips diatas dapat membantu untukmu yang sedang futur. Tetap berada dalam koridor sunah rasul adalah jalan keselamatan terbaik.

Saat semangat beramal baik meningkat, lakukanlah dengan cara terbaik dan tetap berada dalam batasan sesuai tuntunan nabi.

Sebaliknya saat sedang lemah tetaplah bertahan dalam sunah nabi dengan tidak meninggalkan perkara wajib dan tidak melakukan yang haram. 
Ingatlah, setiap amal itu pasti ada masa semangatnya, dan setiap masa semangat itu pasti ada futur. (H.R. Ahmad)
 
-------
Penulis 
 
Nova Mulyasari Jaihas 
Pengurus Pusat Sahabat Hijrah Muslimah

0 Komentar