Memelihara Jenggot dan Celana Cingkrang

blog.rahmatullah.id

Memelihara Jenggot

ini bermula dari sebuah hadist:

"Berbedalah dengan orang musyrik, potong kumismu dan biarkan jenggotmu panjang,” (HR Muslim)

Ceritanya di jaman Nabi SAW ini untuk membedakan antara kaum muslimin dan kaum musyrik (kafir) dalam kondisi peperangan, agar mudah membedakan antara pasukan muslim dan musyrikin.

Jika kita lihat di jaman sekarang, malah ini sudah menjadi lifestyle, dengan adanya jenggot maka akan meningkatkan nilai ketampananmu dan ini menjadi nilai tambah juga di hadapan wanita 

Namun demikian, sebagai seorang muslim, apa yang diucapkan Nabi SAW adalah sunnah, dikerjakan berpahala ditinggalkan enggak apa-apa.

Jangan pulak memaksa kalau jenggot tidak mau tumbuh dan jangan pulak melihat orang berjenggot di anggap teroris, radikal-radikul.

Memakai Celana Cingkrang

ini bermula dari sebuah hadist yang mengatakan:

“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)

untuk itulah kenapa sebagian dari umat muslim lebih menekankan untuk menggunakan celana cingkrang.

dan hadist lainnya seperti dibawah ini:

"Janganlah kalian mencela orang lain. Janganlah kalian meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun itu hanya dengan bermuka ceria saat bicara dengan saudaramu. Itu saja sudah termasuk kebaikan. Dan naikan kain sarungmu sampai pertengahan betis. Kalau engkau enggan, maka sampai mata kaki. Jauhilah isbal dalam memakai kain sarung. Karena isbal itu adalah kesombongan. Dan Allah tidak menyukai kesombongan” (HR. Abu Daud 4084, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Dalam hadist tersebut sangat dilarang isbal (mengulurkan pkaian hingga mata kaki) karena akan cenderung jatuh ke sifat sombong.

cukup panjang pembahasannya, anda bisa membacanya di seputar larangan Isbal 

Dalam hemat saya, jika anda sombong baik itu dengan memakai pakaian lebih dari mata kaki atau di atas mata kaki (biar di anggap nyunnah) maka anda berdosa, namun jika terlepas dari sifat itu, maka tidaklah mengapa. 

wallahu a'lam

 
Note:
Ini adalah jawaban saya di forum Quora