Waspada Monkey Business, Begini Konsepnya

Monkey Business
blog.rahmatullah.id

Monkey Business

Mungkin sudah cukup banyak praktik bisnis yang ternyata berkonsep layaknya Monkey Business hadir di Indonesia. Praktik seperti ini memanfaatkan sisi psikologis manusia saat memulai aksinya.

Pada dasarnya karena kurangnya literasi, virus FOMO seringkali hadir di pasar Indonesia. Jadi ketika ada sesuatu yang viral dengan cepat dan membawa keuntungan materiil ke seseorang, maka orang lain akan mencoba mengikuti jejaknya.

Kalau misalnya kita paham dengan apa yang kita beli, maka kita bisa meminimalisir terjebak dalam praktik Monkey Business ini.

Untuk yang belum tau apa itu Monkey Business, begini kurang lebih ilustrasinya:

Suatu hari, disebuah desa ada seorang kaya raya ingin membeli monyet dengan harga 50 ribu per ekor. Padahal sebelumnya nggak ada yang mau beli monyet. Karena supplynya yang melimpah, akhirnya penduduk desa ramai-ramai cari monyet untuk dijual seharga 50 ribu. Oleh karenanya, hal itu membuat persediaan monyet mulai sulit dicari dan pencarian monyet mulai di hentikan.

Namun, orang kaya itu datang lagi dan mengumumkan akan membeli monyet seharga 100rb/ekor. Warga desapun kembali semangat untuk mencari monyet lagi dan mulai dijual ke orang kaya dengan harga 100rb/ekor.

Dan lagi-lagi, itu membuat jumlah monyet semakin dan sulit dicari, akhirnya warga kembali beraktifitas seperti biasanya, yaitu bertani.

Namun, orang kaya itu kembali lagi untuk menawarkan ke warga desa dengan harga 150rb/ekor, warga desapun kembali semangat. Namun, sangat kesusahan untuk mencari monyetnya.

Sampai pada akhirnya, untuk membakar semangat warga, orang kaya tersebut menawar dengan harga 500rb/ekor, namun dia perlu ke kota untuk mengambil uang dan dia mempercayakan urusan warga desa ke asistennya.

Warga semangat, namun tidak bisa mendapatkan monyetnya. Akhirnya si asisten menawarkan para warga desa untuk membeli monyet dari orang kaya tersebut seharga 350rb per ekor dan mengiming-imingi nanti warga desa bisa menjualnya ke orang kaya dengan harga 500rb/ekor.

Akhirnya wargapun ramai-ramai menjual asetnya untuk bisa membeli kembali monyet milik orang kaya dengan harapan bisa menjualnya kembali diharga 500rb/ekor.

Namun sayangnya, orang kaya dan si asisten tidak pernah kembali ke desa.

Pertanyaannya:

Apa yang bisa kita ambil pelajarannya dari konsep Monkey Business tersebut?


Sumber: sharfin.id

2 komentar untuk "Waspada Monkey Business, Begini Konsepnya"

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik ya..