IG Reels Meniru TikTok, Berhasilkah?

IG Reels Meniru TikTok, Berhasilkah?
blog.rahmatullah.id

Saat ini Tiktok menjadi salah satu media sosial dengan pengguna aktif terbanyak. Pertumbuhan pengguna Tiktok sangat cepat melebihi pertumbuhan social media manapun.

Pada 2020, pendapatan Tiktok diperkirakan sebesar $1 Miliar dan mempunyai valuasi $50 Miliar.

Per 25 Januari 2021 Tiktok dan Douyin (nama app Tiktok di China) memiliki 1,28 Miliar pengguna aktif. Jumlah itu melebihi Instagram yang memiliki 1,22 Miliar pengguna aktif.

Dengan pertumbuhan yang sangat pesat seperti itu, enggak heran jika Instagram akhirnya meniru atau mengkloning konsep video singkat ala Tiktok dalam bentuk IG Reels.

Berikut salah satu Tiktok dan IG Reels FC Barcelona. Kira-kira apa ya perbedaannya?

ig dan tiktok

Dengan ekosistem yang lebih matang, Instagram ingin mengulangi kesuksesan ketika meniru fitur Snapchat dulu. Saat itu, hanya sekitar lima bulan setelah dilaunching, jumlah pengguna Instagram Story sudah melampaui Snapchat.

Metode Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) seperti ini sebenarnya hal yang biasa dilakukan dalam bisnis, khususnya teknologi.

  • Amati: Mengamati dan mempelajari produk pesaing.
  • Tiru: Meniru apa yang dilakukan pesaing
  • Modifikasi: Memberikan pembeda atau Perbaikan sehingga lebih baik dibandingkan pesaing 

Di social media sendiri, semua social media pada dasarnya meng-ATM satu sama lain:

Misalnya, fitur video singkat seperti Tiktok enggak hanya ditiru oleh IG Reels, tapi juga Snapchat Spotlight atau Youtube Shorts.

Fitur story Snapchat yang kini tersedia di hampir semua social media seperti IG Story, Facebook, Whatsapp, Twitter, Youtube, bahkan Linkedin. Yang terbaru Twitter Space yang meniru Clubhouse.

Dalam industri smartphone, ATM seperti ini lebih sering kita temui.

xiomi vs iphone

Sehingga, enggak jarang sebuah perusahaan menuntut ganti rugi kerena produk atau fiturnya ditiru oleh kompetitor.

Perkembangan yang sangat cepat membuat perusahaan teknologi dituntut harus cepat pula dalam beradaptasi dengan tren dan minat konsumen.

Salah satunya, ya dengan ATM fitur kompetitor yang dirasa bisa menambah value produk.

Jika telat berubah, ya bukan enggak mungkin, dalam beberapa tahun kedepan produk tersebut akan ditinggalkan oleh penggunanya.

socmed

Selain itu, aksi ATM ini bisa membuka jalan untuk memunculkan inovasi baru lainnya. Seperti misalnya dalam dunia film animasi, Pixar boleh jadi pelopornya. Namun, film animasi tidak akan berkembang seperti sekarang jika Dreamwork enggak meng-ATM konsep Pixar.

Tidak ada ide yang baru, kita hanya menggunakan ide-ide lama dan menempatkanya di kaledioskop mental, membuat gabungan baru yang tak terhingga, namun pada akhirnya mereka hanya ide-ide lama yang telah digunakan selama bertahun-tahun. - Mark Twain -


Follow ig: @ngomonginuang

0 Komentar