5 Tips Dasar Memulai Usaha

Tips Dasar Memulai Usaha
blog.rahmatullah.id

Akibat dari wabah pandemi Covid-19 dan kekalahan bersaing dengan Multi Nasional Company (MNC) dimana banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada banyak perusahaan sehingga terjadinya pengangguran dimana eks-karyawan yang mengalami PHK mencoba bertahan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dari pendapatan yang dilakukan dengan cara membangun usaha di berbagai bidang namun, adanya trauma kegagalan dalam menjalankan usaha (start-up).

Trauma yang dimiliki adalah kegagalan dari keraguan, "bagaimana memulainya" sedangkan pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan dasar untuk mendukung rencana dalam memulai usaha tidak dimiliki.

Usaha (ikhtiar) adalah hal yang penting sebagai suatu kegiatan nyata dan diiringi dengan doa kepada Allah SWT dalam memohon keridhoanNya atas yang dijalankan untuk mendapatkan perlindungan dan keberkahan serta dapat bermanfaat bagi anggota keluarga, lingkungan dan umat islam lainnya.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi 5 Tips Dasar Memulai Usaha, sebagai berikut:

Tips Dasar Memulai Usaha

Tips dasar untuk memulai usaha ini dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut:

Produk

Produk dapat berupa barang dan jasa yang akan ditawarkan kepada pelanggan, sehingga terjadinya transaksi bisnis dimana pelanggan membeli produk yang ditawarkan. Produk barang adalah suatu produk berupa sebuah barang yang dapat dikonsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung, dan dapat dibedakan menjadi:

Consumer Goods

Consumer Goods adalah produk barang habis pakai, yang penggunaannya dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat dikelompokkan menjadi:

  • Fast Moving Consumer Goods (barang konsuntif yang cepat habis)
  • Low Moving Consumer Goods (barang konsumtif yang lambat habisnya)

Non Consumer Goods

Non Consumer Goods adalah produk barang yang tidak habis pakai, yang penggunaannya dilakukan secara terus menerus setelah dimiliki.

Pelanggan

Pelanggan adalah pihak yang akan mengkonsumsi suatu produk yang ditawarkan oleh penjual, dimana pelanggan ini dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

Pelanggan berdasarkan penggunaan produk

  • Pelanggan langsung atau disebut end-user adalah pelanggan yang setelah memiliki/menguasai produk yang ditawarkan akan digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Pelanggan tidak langsung adalah pelanggan yang tidak mengkonsumsi atau mempergunakan produk yang ditawarkan secara langsung, tapi memerlukan suatu proses sampai dengan produk tersebut akhirnya dipergunakan.

Pelanggan berdasarkan tujuan kepemilikan produk

  • Pelanggan yang memiliki jaringan distribusi adalah pelanggan yang memiliki sumber daya seperti karyawan, gudang, armada pengangkut dan network berupa agen dan retail.
  • Pelanggan yang tidak memiliki jaringan distribusi (retail) adalah pelanggan yang tidak memiliki sumber daya karena berinteraksi secara langsung kepada pelanggan end-user.

Produk

Produk adalah sesuatu yang dijadikan alat khusus agar terjadinya suatu transaksi bisnis antara penjual dengan pelanggan, dimana produk dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

Barang

Adalah suatu benda yang dihasilkan melalui suatu proses tertentu sehingga mempunyai nilai ekonomi untuk diperjual belikan.

Jasa

Adalah suatu prestasi yang dilakukan oleh pihak tertentu sehingga pihak lain dapat merasakan manfaat yang dihasilkan oleh prestasi tersebut.

Mitra/Vendor

Mitra/Vendor adalah pihak tertentu yang memberikan dukungan kepada usaha yang diselenggarakan, dimana mereka menyediakan produk berupa barang/jasa yang akan digunakan oleh entrepreneur dalam menjalankan usahanya.

Mitra/Vendor dalam prakteknya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

  • Mitra/Vendor barang dapat dibagi menjadi: Principal; Distributor dan Agency.
  • Mitra/Vendor jasa dapat dibagi menjadi: Principal dan Cabang/Wilayah.

Harga

Harga adalah nilai ekonomi yang disepakati antara pembeli dengan penjual terhadap suatu transaksi bisnis yang dilakukan, dan dibedakan menjadi sebagai berikut:

Harga retail

Adalah nilai ekonomi yang ditawarkan oleh supplier/vendor kepada pembeli (konsumen), dengan tujuan pembeli untuk mempergunakan produk tersebut secara langsung.

Harga bulk

Adalah nilai ekonomi yang ditawarkan oleh supplier/vendor kepada pembeli (konsumen) dengan tujuan pembeli dapat mengalokasikan anggarannya untuk mengambil suatu produk dalam jumlah tertentu, yang akan didistribusikan atau digunakan selama jangka waktu tertentu.

Harga kemitraan

Adalah nilai ekonomi yang ditawarkan oleh supplier/vendor kepada pembeli (konsumen) dengan tujuan pembeli akan melakukan kerjasama dalam jangka panjang sehingga hubungan bisnis yang dijalankan dapat berkelanjutan, sementara barang yang ditawarkan akan di distribusikan kembali dalam jaringan pembeli (konsumen).

Semoga bermanfaat


-------
Penulis,

Setiono Winardi, SH., MBA
Konsultan Bisnis Syariah dan Penggiat Wakaf

0 Komentar